Generation of God


I was… by:Franz Mika Harahap
Maret 29, 2008, 4:02 pm
Diarsipkan di bawah: Kesaksian

Dulu saya berasal dari keluarga yang lumayan kacau heheheheeh
Papa dulu bukan penjudi, tapi bandar judi.
Papa dulu bukan pemakai narkoba , tapi bandar narkoba heheheh
Tapi selain itu papa juga ambil kuliah S2 theologia
Tentunya dia tahu banyak soal Firman, jauh dari kami istri dan anak2nya
Kami pernah coba segala macam cara supaya papa bertobat, dengan menasehati lah, ajak ke geraja lah, marah lah
dan lain-lainlah heheh
Tp ga berhasil…. ……… ……… ……… .
Tp setelah kami kenal Tuhan
kami coba menginjili Papa bukan dengan kotbah/perkataan kami.
Tapi kami menginjili dengan perbuatan kami (injil yang hidup).
Kami (mama dan kami anak2nya) bertobat dan hidup kami berubah dan meninggalkan dosa2 yang lama. dan papa LIHAT itu jelas.
Dan kami melakukan Firman seperti yang Tuhan bilang dalam kitab Efesus:
Istri tunduklah kepada suami seperti kepada Tuhan, dan anak2 taatilah orang tua mu diu dalam Tuhan dan hormatilah mereka.

Saat kami lakukan itu, Papa akhirnya bertobat…Haleluya !!! Tuhan Yesus Dahsyat..
Papa di pulihkan di akhir tahun 1999, dan Desember tahun 1999 bahkan Papa udah berhenti merokok.

Dan saat Papa bersaksi di gereja atau pun dimana2 , dia selalu bilang, bahwa YANG BUAT SAYA BERTOBAT ADALAH KARENAWALAU PUN SAYA BERDOSA AKAN TETAPI , ISTRI DAN ANAK2 SAYA TETAP MENGASIHI DAN MENGHORMATI SAYA”.

So buat kamu, mari mulai injili keluarga mu dengan injil yang hidup yaitu kehidupan kita berubah dan taati orang tua dalam Tuhan dan hormati oraang tua kita.
Buat teman2 yang lain juga, yang keluarganya perlu di pulihkan, ayo maju terus,,,,,karena firman Tuhan berkata bahwa di akhir Zaman hati bapa2 akan berbalik kepada anak2 nya dan hati anak2 akan kembali kepada hati bapanya.

So, keep on fire and serve Jesus always.
God Bless you



Pengampunan dosa itu gratis bukan karena murahan, tapi… karena Tuhan Yesus tahu bahwa tak ada seorang pun manusia yang sanggup membayarnya…
Maret 24, 2008, 6:31 pm
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

bb



Kisah si anak gajah yang tidak taat
Maret 24, 2008, 5:43 pm
Diarsipkan di bawah: Renungan

Kisah ini terinspirasi dari sebuah tayangan dokumenter hewan yang sering ditonton oleh orang tua saya…

Saya baru sadar ternyata gajah sebagai salah satu jenis mamalia hidup berkelompok (dengan kata lain mementingkan kelompok). Alkisah, pada suatu kelompok gajah, ada seekor anak gajah yang hidup bersama ibunya. Ibunya sangat mengkhawatirkan anaknya karena hidup di hukum di hutan rimba sangatlah keras. Setiap kali mereka menikmati ranumnya rumput hijau dan segarnya air sungai, mereka harus selalu waspada dan berhati-hati terhadap kedatangan predator.

Berulang kali si ibu menasihati anaknya untuk berhati-hati dan jangan berada jauh-jauh dari si ibu juga kelompoknya. Tapi, si anak pura-pura tidak mendengarkan. Bagi anak gajah kecil itu, keindahan hutan adalah sesuatu yang sangat menarik untuk dijelajahi. Dia mengendap-ngendap keluar menjauhi kelompoknya dan pergi menikamti pemandangan sebentar. Ketika dia kembali, si gajah kecil tidak mendapati kelompoknya kembali bahkan ibunya.

 Dia mulai resah, mencari kesana-kemari sementara hari semakin sore, dia pun mulai merasa lapar. Di depannya, dia melihat ada sekumpulan kelompok gajah yang bukan termasuk kelompok si gajah kecil. Dia pun berusaha menarik perhatian mereka. Si gajah kecil berusaha mendekati salah seekor induk gajah yang sedang menyusu, bukan keramahan yang diterimanya tapi penolakan. Dia terlunta-lunta ditolak, ditendang oleh gajah-gajah itu karena si gajah kecil bukan anggota kelompok mereka.

 Hari mulai malam, si gajah kecil pun mulai kelelahan dan sangat lapar. Dia menangis di tepi sungai tanpa menyadari bahwa dia menjadi incaran predator lapar yang sedang mengincar buruan. Di belakang si gajah kecil, terdapat sekitar 10 ekor anjing hutan yang siap menerkamnya. Dia pun mulai melarikan diri, tapi karena keadaanya yang sangat lemah, dia pun tertangkap dan menjadi santap malam bagi anjing-anjing hitan itu.

Saya sedih sekali melihat adegan itu, rasanya hati ini bagai diiris-iris sembilu. Begitu kerasnya kehidupan di alam ini. Saya pun mulai berseru kepada Tuhan di dalam hati… “Tuhan, in kejam sekali, bukankah anak gajah itu terlalu tidak berdaya untuk menjadi tandingan 10 ekor anjing hutan? Mengapa kelompok gajah itu tidak mau menerima si gajah kecil dengan alasan yang tidak masuk akal -> BEDA KELOMPOK”

Mati dengan rasa tertolak, penyesalan yang dalam, kesendirian… Saya rasa kalau hal ini terjadi dalam kehidupan manusia, tidak ada seorang pun yang mau mengalaminya. Tuhan pun mulai kasih penjelasan ke saya…

 Anakku… Kisah tadi hampir sama dengan apa yang manusia lakukan terhadap Aku. Sudah berulang-ulang kali Aku memberi tahu kalian untuk tidak jauh-jauh dari Aku karena Akulah jalan,kebenaran dan hidup, pada-Ku ada damai sejahtera, berkat melimpah dan sukacita senantiasa dan kamu memilih untuk tidak taat. Kamu tidak percaya dengan apa yang telah Aku katakan dan janjikan kepadamu. Makanya hidupmu menjadi susah dan bermasalah. Dirimu sendiri menyadari bukan, bahwa dunia menolak kamu karena kamu berbeda, berbeda karena kamu berjalan dalam terang dan kebenaran tapi kamu masih mengemis meminta perhatian dari kefanaan dunia.

 Harus dengan cara bagaimana lagi Aku menyadarkan kamu dari semua tingkah lakumu yang salah dan jahat? Kamu tahu bagaimana rasanya tertolak, bagaimana rasanya sendirian – tidak ada yang menolong, lalu kamu datang kepada-Ku, Aku menerima kamu apa adanya dan memberikan segala kepunyaan-Ku kepadamu, kenapa kamu juga tidak berusaha menunjukkan rasa belas kasihan kepada orang lain yang meminta pertolongan/perhatian dari kamu?

Saya kaget banget waktu mendapat pengertian ini dari Tuhan. Saya belajar bahwa Saya bukanlah apa-apa jika saya berada di luar Tuhan. Jadi, saya belajar untuk sedapat mungkin melibatkan Tuhan dalam kehidupan saya.

 Matius 4:4  -> Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap irman yang keluar dari mulut Allah”

Kalau kita masih bisa hidup sampai sekarang, bukan karena kita memakan makanan yang bergizi, bukan karena kita pandai menajga kesehatan dengan makan dan olahraga teratur juga pola hidup seimbang tapi semata-mata karena Allah yang berfirman sendiri bahwa kita harus hidup hari ini. S’bab Tuhan punya rencana buat kita hari ini, sesuatu yang besar yang ingin DIA kerjakan di dalam kita. Jadi, yuk… tiap hari sebelum beraktivitas, kita cari tahu apa yang Allah kehendaki untuk kita lakukan di hari itu…

Amen

Tuhan Yesus berkati