Generation of God


Kisah si anak gajah yang tidak taat
Maret 24, 2008, 5:43 pm
Diarsipkan di bawah: Renungan

Kisah ini terinspirasi dari sebuah tayangan dokumenter hewan yang sering ditonton oleh orang tua saya…

Saya baru sadar ternyata gajah sebagai salah satu jenis mamalia hidup berkelompok (dengan kata lain mementingkan kelompok). Alkisah, pada suatu kelompok gajah, ada seekor anak gajah yang hidup bersama ibunya. Ibunya sangat mengkhawatirkan anaknya karena hidup di hukum di hutan rimba sangatlah keras. Setiap kali mereka menikmati ranumnya rumput hijau dan segarnya air sungai, mereka harus selalu waspada dan berhati-hati terhadap kedatangan predator.

Berulang kali si ibu menasihati anaknya untuk berhati-hati dan jangan berada jauh-jauh dari si ibu juga kelompoknya. Tapi, si anak pura-pura tidak mendengarkan. Bagi anak gajah kecil itu, keindahan hutan adalah sesuatu yang sangat menarik untuk dijelajahi. Dia mengendap-ngendap keluar menjauhi kelompoknya dan pergi menikamti pemandangan sebentar. Ketika dia kembali, si gajah kecil tidak mendapati kelompoknya kembali bahkan ibunya.

 Dia mulai resah, mencari kesana-kemari sementara hari semakin sore, dia pun mulai merasa lapar. Di depannya, dia melihat ada sekumpulan kelompok gajah yang bukan termasuk kelompok si gajah kecil. Dia pun berusaha menarik perhatian mereka. Si gajah kecil berusaha mendekati salah seekor induk gajah yang sedang menyusu, bukan keramahan yang diterimanya tapi penolakan. Dia terlunta-lunta ditolak, ditendang oleh gajah-gajah itu karena si gajah kecil bukan anggota kelompok mereka.

 Hari mulai malam, si gajah kecil pun mulai kelelahan dan sangat lapar. Dia menangis di tepi sungai tanpa menyadari bahwa dia menjadi incaran predator lapar yang sedang mengincar buruan. Di belakang si gajah kecil, terdapat sekitar 10 ekor anjing hutan yang siap menerkamnya. Dia pun mulai melarikan diri, tapi karena keadaanya yang sangat lemah, dia pun tertangkap dan menjadi santap malam bagi anjing-anjing hitan itu.

Saya sedih sekali melihat adegan itu, rasanya hati ini bagai diiris-iris sembilu. Begitu kerasnya kehidupan di alam ini. Saya pun mulai berseru kepada Tuhan di dalam hati… “Tuhan, in kejam sekali, bukankah anak gajah itu terlalu tidak berdaya untuk menjadi tandingan 10 ekor anjing hutan? Mengapa kelompok gajah itu tidak mau menerima si gajah kecil dengan alasan yang tidak masuk akal -> BEDA KELOMPOK”

Mati dengan rasa tertolak, penyesalan yang dalam, kesendirian… Saya rasa kalau hal ini terjadi dalam kehidupan manusia, tidak ada seorang pun yang mau mengalaminya. Tuhan pun mulai kasih penjelasan ke saya…

 Anakku… Kisah tadi hampir sama dengan apa yang manusia lakukan terhadap Aku. Sudah berulang-ulang kali Aku memberi tahu kalian untuk tidak jauh-jauh dari Aku karena Akulah jalan,kebenaran dan hidup, pada-Ku ada damai sejahtera, berkat melimpah dan sukacita senantiasa dan kamu memilih untuk tidak taat. Kamu tidak percaya dengan apa yang telah Aku katakan dan janjikan kepadamu. Makanya hidupmu menjadi susah dan bermasalah. Dirimu sendiri menyadari bukan, bahwa dunia menolak kamu karena kamu berbeda, berbeda karena kamu berjalan dalam terang dan kebenaran tapi kamu masih mengemis meminta perhatian dari kefanaan dunia.

 Harus dengan cara bagaimana lagi Aku menyadarkan kamu dari semua tingkah lakumu yang salah dan jahat? Kamu tahu bagaimana rasanya tertolak, bagaimana rasanya sendirian – tidak ada yang menolong, lalu kamu datang kepada-Ku, Aku menerima kamu apa adanya dan memberikan segala kepunyaan-Ku kepadamu, kenapa kamu juga tidak berusaha menunjukkan rasa belas kasihan kepada orang lain yang meminta pertolongan/perhatian dari kamu?

Saya kaget banget waktu mendapat pengertian ini dari Tuhan. Saya belajar bahwa Saya bukanlah apa-apa jika saya berada di luar Tuhan. Jadi, saya belajar untuk sedapat mungkin melibatkan Tuhan dalam kehidupan saya.

 Matius 4:4  -> Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap irman yang keluar dari mulut Allah”

Kalau kita masih bisa hidup sampai sekarang, bukan karena kita memakan makanan yang bergizi, bukan karena kita pandai menajga kesehatan dengan makan dan olahraga teratur juga pola hidup seimbang tapi semata-mata karena Allah yang berfirman sendiri bahwa kita harus hidup hari ini. S’bab Tuhan punya rencana buat kita hari ini, sesuatu yang besar yang ingin DIA kerjakan di dalam kita. Jadi, yuk… tiap hari sebelum beraktivitas, kita cari tahu apa yang Allah kehendaki untuk kita lakukan di hari itu…

Amen

Tuhan Yesus berkati


Belum Ada Tanggapan sejauh ini
Tinggalkan komentar



Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>