Generation of God


Marah by: Franz Mika Widardo Harahap
April 25, 2008, 12:08 am
Diarsipkan di bawah: Pengajaran

Marah boleh gak ya?
Marah dosa gak ya?

Mungkin ini banyak menjadi pertanyaan di antara kita. Firman Tuhan berkata, “Ujilah segala sesuatu.” Oleh karena itu, mari kita uji mengenai marah berdasarkan firman Tuhan.
Marah itu tidak salah dan tidak berdosa, sebab Tuhan juga bisa marah. Marah adalah salah satu reaksi yang timbul akibat aksi tertentu yang tidak disukai dan dibenci.
Kenapa kita bisa marah? Itu karena kita adalah mahluk logika yang hidup dengan perasaan. Marah adalah hal yang wajar terjadi dalam kehidupan kita. Akan tetapi ada juga marah yang dilarang oleh firman Tuhan.
Tuhan tidak pernah melarang kita untuk marah, tetapi Tuhan memerintahkan kita untuk saling mengasihi dan menyayangi. Akan tetapi, dalam keadaan tertentu marah itu perlu sebagai penegasan akan suatu hal. Bahkan, firman Tuhan berkata bahwa seorang ayah harus merotan anaknya jika perlu, agar anak itu tidak sesat atau nakal.
Marah biarlah menjadi pilihan terakhir yang harus kita lakukan. Apabila kita harus marah, biarlah yang menjadi dasar marah itu adalah kasih dan bukan kebencian terhadap seseorang. Misalnya, ada seseorang yang berbuat dosa. Kita marah karena dosa yang dilakukannya dan bukan pada orangnya. Kita marah agar orang tersebut berbalik dari jalannya yang jahat.
Tuhan berfirman agar jika kita marah, jangan sampai berbuat dosa. Artinya kita boleh marah akan tetapi kita harus tetap bisa mengendalikan diri dan menahan diri dari dosa (Mzm 4:5). Juga, jika kita marah, jangan berlama-lama apalagi sampai menyimpan dendam. Marahlah jika perlu dan marah tersebut harus sudah hilang sebelum matahari terbenam (Ef 4:26)
Marah bukan merupakan dosa dan Tuhan tidak melarang. Akan tetapi, pemarah itu dilarang oleh Tuhan. Bahkan, Tuhan memerintahkan kita untuk menjauhi orang yang pemarah. Sebab, seperti yang tertulis dalam kitab Amsal 22:24 “Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah”(ayat -ayat lainnya dapat di baca di Amsal 15:18 ; 21:19 ; 29:22).

Pemarah adalah sifat orang yang gampang sekali marah, mudah marah dan tidak bisa mengendalikan dirinya terhadap kemarahannya. So, jangan biasakan marah-marah agar kita tidak jadi pemarah. Bagi kamu-kamu yang sudah terlanjur jadi pemarah, mari bertobat dan minta Tuhan mengubahkan hati kita dan tentunya dengan disertai tekad yang kuat.

Rugi bila kita jadi pemarah. Karena, tidak ada orang yang mau dekat dengan pemarah. So, marah boleh. Akan tetapi pemarah? NO WAY !!!!!

God bless you all warrior!!!


Belum Ada Tanggapan sejauh ini
Tinggalkan komentar



Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>