Generation of God


Kesaksian dari: trixie beata
April 22, 2008, 4:19 pm
Diarsipkan di bawah: Kesaksian

ni adalah kesaksian dari aku tentang bagaimana Tuhan telah mengatur segala sesuatu dalam hidupku, dan juga Dia selalu menjawab doa-doa ku…
aku seorang gadis usia 25 tahun… orang-orang biasa memanggilku “dede” karena aku anak bungsu dalam keluarga kami…
hari-hari menjelang akhir tahun 2006 kemarin adalah hari-hari yang paling menyedihkan yang mungkin pernah kualami… saat itu aku bekerja di sebuah airlines swasta di negeri ini..kerja merangkap sebagai staff ticketing, staff reservasi juga terkadang menjadi kasir dan pembuat laporan keuangan harian.. sudah hampir 3 tahun aku bekerja disana… menjelang akhir tahun, kontrak gedung yang kami pakai sebagai kantor cabang di medan akan segera habis..dan pimpinan tidak ingin memperpanjang kontrak gedung dengan alasan angka penjualan TO kita yang semakin rendah… itu artinya aku dan tim ku tidak akan dapat tempat kerja lagi.. tadinya kami berpikir kalau pimpinan akan merelokasi kami ke kantor pusat medan, tapi ternyata kenyataannya tidak demikian..
tahun lalu, ketika gereja kita merayakan natal di lapangan merdeka, saat itu di tengah KKR aku berdoa memohon kepada Bapa, agar di tahun 2007 aku di beri sebuah pekerjaan yang baru, dengan tingkat kesejahteraan yang lebih lagi..dan mengalami pembaharuan dalam hidup dalam segala hal… saat itu memang terasa berat, apalagi menjelang hari-hari terakhir di kantor yang aku kasihi…
tanggal 30 desember 2006, pimpinan datang dan meminta kami untuk berkemas-kemas, dan mengosongkan gedung, karena kontrak nya sudah habis..dan kami harus segera meninggalkan kantor itu..rasanya sangat menyedihkan..sakit sekali… waktu itu aku cuma bisa bilang : “Tuhan..tolong beri aku ketenangan..”. itu saja..aku cuma minta ketenangan…
di penghujung hari itu, tanggal 30 desember 2006, pimpinan mengeluarkan surat mutasi untukku dan teman satu tim.. aku dimutasi ke surabaya…kaget ? ya pasti..aku kaget sekali..tidak pernah terlintas sebelumnya di benak kalau aku akan di mutasi ke surabaya… karena sebelumnya pimpinan bilang, aku akan di relokasi ke kantor pusat wilayah medan… pimpinan juga bilang, kalo memutuskan untuk menolak mutasi, itu artinya aku harus mengundurkan diri/resign dari posisi ku.. aku disuruh pilih : mutasi ke surabaya atau resign ? dan mereka menunggu keputusanku selambatnya tanggal 02 januari 2007..
sakit sekali rasanya… seperti semua usaha kerja keras selama 3 tahun untuk memajukan kantor tidak pernah dihargai sama sekali..
semua tangis, doa dan airmata selama 3 tahun tidak dihargai sama sekali… bisa dibilang, aku dan tim ku adalah orang-orang lama di airlines itu, berhubung airlines itu juga usianya masih 3 tahun berdiri… saat itu hatiku hancur..aku berada dalam posisi ketika aku harus memilih untuk melepas pekerjaan yang ku cinta tanpa sebuah pekerjaan apa pun… hari itu aku menangis..aku marah sama Tuhan..kenapa jawaban doaku seperti ini ???
tanggal 31 desember 2006, aku memutuskan untuk pulang kerumah orangtua di daerah… aku menceritakan semua kejadian di kantor pada keluargaku.. saat itu papa dan mama ku memelukku..dan kami menangis bersama… waktu itu aku ingat, papa mengajak aku dan mamaku berdoa bersama untuk keputusan yang akan ku ambil.. jujur waktu itu aku tidak bisa memutuskan apa akan menerima SK mutasi atau resign… aku pasrah.. jika Tuhan memang memutuskan untuk tetap di airlines itu dan mutasi ke surabaya, maka aku akan berangkat.. walau aku tidak punya keluarga di surabaya… saat itu aku teringat dengan sahabatku di surabaya..kemudian aku menelpon dia dan menceritakan semuanya.. dia mengatakan, seandainya nanti aku akan berangkat ke surabaya, dia yang akan mengurus semua hal disana, termasuk penginapan dan juga berjanji akan membantu aku menemukan pekerjaan yang baru di surabaya…
tapi entah mengapa aku tetap tidak sejahtera dengan kata “surabaya” itu…
tanggal 31 desember 2006, tepat tengah malam, pergantian tanggal 01 januari 2007..aku berdoa dan menangis..:”Tuhan..ini lah kado tahun baru untukku kali ini..kehilangan sebuah pekerjaan..”
tak lama kemudian abangku datang.. dia seorang pendeta yang selalu berkeliling daerah… abangku ini pak pendeta wilfried barnabi sianipar ternyata sudah dengar dari papa tentang kisah SK mutasi itu..kemudian kami duduk selama satu jam..bicara dari hati ke hati dan diskusi tentang segala sesuatu kemungkinannya… kemudian setelah itu kami berdoa dan abangku tumpang tangan ke atasku.. dia hanya doa supaya aku bisa tenang dalam mengambil keputusan dan supaya kehendak Tuhan yang jadi dalam hidupku.. setelah berdoa rasanya begitu tenang dan lega..tidak ada beban lagi dan aku merasa aku sudah menemukan jawabannya…
hari itu juga aku katakan bahwa aku tidak akan berangkat ke surabaya, dan aku akan mengundurkan diri dari airlines itu… cukup sudah… satu keputusan yang menurut keluargaku cukup berani dan tepat.. mereka semua mendukung aku sepenuhnya..walau aku akan jadi pengangguran, tapi mereka tidak marah, tidak memojokkan..tapi memberi support senantiasa..terlebih lagi mereka menerima apa pun keputusanku dengan senang hati…
kemudian, tanggal 02 januari aku berangkat ke medan..aku tulis surat pengunduran diri, dan pada 03 januari 2007 aku resmi keluar dari airlines itu.. 3 tahun bersama..masa-masa indah .. penuh tangis dan airmata juga kenangan… tak akan pernah aku lupa pada “sekolah kehidupan” itu… biar bagaimana pun juga aku pernah belajar banyak di airlines itu… yang dikemudian hari sekarang aku menyadari bahwa Tuhan benar-benar mengatur semuanya..bekerja di airlines itu ternyata menjadi modal yang lebih dari cukup untuk menduduki posisi ku di kantor ku yang baru sekarang…
aku melewati masa-masa tahun baru 2007 dengan tawa..walau tanpa pekerjaan, tapi hatiku bersukacita… saat itu mama ku meminta ku untuk pergi dan mengambil trip jalan-jalan keliling indonesia, mengunjungi keluargaku di seluruh indonesia, hitung-hitung ambil cuti panjang setelah 3 tahun bekerja tanpa pernah cuti satu hari pun… saat itu aku menolak dan dengan iman aku berkata :” Mama, aku tidak akan meninggalkan sumatera utara sebelum januari 2007 berakhir..karena hingga saat itu tiba, aku sudah akan mendapatkan pekerjaan yang baru disini”.
mendengar itu mama ku bilang : “AMIN… terwujudlah itu sesuai dengan imanmu Nak”.
dan benar..aku mendapatkan sebuah pekerjaan yang baru sebelum bulan Januari 2007 berakhir… selama masa-masa tahun baru aku mencoba sebuah lowongan pekerjaan yang kulihat di koran.. dan tanpa beban..aku hanya menjalani semuanya dengan tenang.. sangat tidak menduga sama sekali ternyata Tuhan sudah sediakan jauh yang lebih baik dari yang ku pinta… tepat pada tanggal 30 Januari 2007 aku mulai bekerja di sebuah yayasan non profit yang membantu rekonstruksi daerah-daerah terkena bencana di indonesia…
Tuhan sangat luar biasa baiknya… dia sediakan segala sesuatu yang kuperlu..dan memberi yang kuminta dengan tepat.. seperti apa yang kuminta .. Dia memberiku pekerjaan dengan 5 hari kerja (Senin – Jumat), juga dengan tingkat kesejahteraan yang jauh sangat tinggi dibanding di airlines kemarin dengan salary 3 kali lipat dari salary sebelumnya… juga Dia menyediakan apa yang kuminta..waktu itu aku pernah minta sebuah telepon genggam dengan kartu flexi, dan kemudian kantorku ini memberi sebuah telepon genggam dengan flexi cuma-cuma kepadaku, dengan tagihan bulanan semuanya dibayar oleh kantor.. sungguh Tuhan benar-benar luar biasa…
saat ini.. aku menulis kesaksian ini di kantor ku..sangat bersyukur pada Tuhan atas semua hal yang Dia perbuat dalam hidupku.. sungguh Dia persiapkan dan atur segala sesuatunya dengan begitu sempurna…

<trixie_beata@yahoo.com>



I was… by:Franz Mika Harahap
Maret 29, 2008, 4:02 pm
Diarsipkan di bawah: Kesaksian

Dulu saya berasal dari keluarga yang lumayan kacau heheheheeh
Papa dulu bukan penjudi, tapi bandar judi.
Papa dulu bukan pemakai narkoba , tapi bandar narkoba heheheh
Tapi selain itu papa juga ambil kuliah S2 theologia
Tentunya dia tahu banyak soal Firman, jauh dari kami istri dan anak2nya
Kami pernah coba segala macam cara supaya papa bertobat, dengan menasehati lah, ajak ke geraja lah, marah lah
dan lain-lainlah heheh
Tp ga berhasil…. ……… ……… ……… .
Tp setelah kami kenal Tuhan
kami coba menginjili Papa bukan dengan kotbah/perkataan kami.
Tapi kami menginjili dengan perbuatan kami (injil yang hidup).
Kami (mama dan kami anak2nya) bertobat dan hidup kami berubah dan meninggalkan dosa2 yang lama. dan papa LIHAT itu jelas.
Dan kami melakukan Firman seperti yang Tuhan bilang dalam kitab Efesus:
Istri tunduklah kepada suami seperti kepada Tuhan, dan anak2 taatilah orang tua mu diu dalam Tuhan dan hormatilah mereka.

Saat kami lakukan itu, Papa akhirnya bertobat…Haleluya !!! Tuhan Yesus Dahsyat..
Papa di pulihkan di akhir tahun 1999, dan Desember tahun 1999 bahkan Papa udah berhenti merokok.

Dan saat Papa bersaksi di gereja atau pun dimana2 , dia selalu bilang, bahwa YANG BUAT SAYA BERTOBAT ADALAH KARENAWALAU PUN SAYA BERDOSA AKAN TETAPI , ISTRI DAN ANAK2 SAYA TETAP MENGASIHI DAN MENGHORMATI SAYA”.

So buat kamu, mari mulai injili keluarga mu dengan injil yang hidup yaitu kehidupan kita berubah dan taati orang tua dalam Tuhan dan hormati oraang tua kita.
Buat teman2 yang lain juga, yang keluarganya perlu di pulihkan, ayo maju terus,,,,,karena firman Tuhan berkata bahwa di akhir Zaman hati bapa2 akan berbalik kepada anak2 nya dan hati anak2 akan kembali kepada hati bapanya.

So, keep on fire and serve Jesus always.
God Bless you



Miracle Still Happen –> Mukzizat itu NYATA!
Januari 26, 2008, 7:04 am
Diarsipkan di bawah: Kesaksian

3 bulan yang lalu, mama terkena kanker tulang stadium 4 b. Yang artinya sudah stadium akhir dengan pemeriksaan melalui bone scan (nuklir) dan pemeriksaan darah menunjukkan adanya sel-sel ganas di luar
ambang batas. Scan berhasil menunjukkan 5 tempat hitam (yang menunjukkan bahwa sudah terkena kanker) yaitu di pinggul, lutut kanan, tulang punggung, bahu-tangan kanan, dan tulang tengkorak. Serta beberapa bagian lain yang mulai tampak abu-abu ke hitam.. Sedangkan bagian lain yang belum menyebar, berwarna putih bersih.
Keluarga sudah membawa dia ke beberapa dokter ahli tulang, ahli patologi dan terutama khusus kanker tulang. Semua jawaban tetap sama : mengingat umurnya yang sudah hampir 75, dan karena tak ada gunanya juga di chemotherapy (karena akan terlalu menyakitkan untuk dia) maka keluarga disarankan untuk merawat dia di rumah saja. Percuma di rumah sakit, begitu mereka bilang. Perkiraan mereka : 1-3 bulan saja usianya (kalau dia bisa makan dengan normal) sisanya, tinggal menunggu koma.

Sedangkan, beberapa hari setelah vonis dokter itu, mama mulai menjerit2 kesakitan di tempat2 yang memang tampak hitam dalam scan. Dan sudah sulit sekali untuk makan! Bahkan minum juga. Karena kadang ia tidak mampu lagi menelan. Ini tidak heran kata dokter, mengingat penyebarannya sudah sampai tulang punggung dan tengkorak? Dokter2 hanya memberi morfin, karena memang kata mereka sakitnya tidak tertahankan.

Seorang teman kakak yang lebih muda, ternyata baru saja meninggal karena kanker tulang dan itu pun hanya terdapat di lutut kirinya. Ia berobat di Singapore, tanpa hasil malah semakin parah. Teman yang lain pun menyatakan bahwa orangtuanya setelah dibawa ke Amerika pun hanya diberikan morfin sebagai pain killer. Keluarga semakin bingung, sedangkan melihat penderitaanya pun rekan2 yang menengok pasti menangis. Apalagi kita, anak2nya?

Suatu kali, mama dalam jeritan kesakitannya minta dibaptis. Ia minta ijin pada satu kakak saya yang kebetulan sama beragama Kong HuChu dengan mama. (Yang lain sudah menjadi Kristen atau Katolik)
Mama minta cepat2 di baptis karena dia sudah tidak tahan lagi dengan kesakitannya dan beliau juga bilang, takut waktunya sudah tidak ada lagi.

Koko saya menangis. Dan akhirnya menyetujui. Memang, beberapa waktu sebelumnya, mama pernah bilang ingin minta dibaptis secara Katolik. Diaken datang, untuk menyakan,apakah ini keinginan sendiri atau terpaksa. Mama sudah menjawab, bukan. Ia memang ingin dibaptis sendiri.

Akhirnya besok paginya ia dibaptis (kira2 2,5 bulan dari sekarang). Pastor sekaligus memberikan sakramen perminyakan. Pada saat ia dibaptis pun sudah dalam keadaan antara sadar dan tidak. Yang anehnya, 3 jam setelah dibaptis, ia bisa tiba2 bangun sendiri dan berteriak memanggil anak2nya.
Namun setelah itu, ia kembali terkulai dan kondisinya semakin memburuk. (bergeser/bergerak sedikit saja ia sudah tidak mampu karena sakitnya!)

Keanehan lain, dua hari berturut2 setelah baptis, ia minta komuni. Padahal mama tidak pernah mengerti apa itu komuni! Setiap satu minggu sekali ada Diakon yang datang untuk memberikan komuni. Setelah 3-4 kali komuni, kondisi kesehatannya membaik. Ditandai dengan kemampuan nya untuk bergerak dan makan. Beliau juga sudah tidak lagi menjerit2 kesakitan. Kami merasa heran, bahkan dokter yang memeriksanya pun berdecak kagum.

Karena dengan demikian, mama sama sekali tanpa pengobatan. Segala selang infus untuk makanan yang tadinya ia pakai, sekarang tidak terpakai. Bahkan, sebelumnya kami sudah menyiapkan oksigen, karena mama sebelumnya sudah mulai sulit bernafas. Kami heran, semua tak percaya. Dokter mengatakan, tak ada penjelasan logis atas semua ini.

Kami sudah tak sabar untuk melihat hasil bone scan lagi mid-November ini (karena hanya boleh dilakukan dalam jangka waktu 3 bulan) untuk mengetahui apa yang terjadi. 2 minggu yang lalu, seorang kerabat yang melihat kondisi mama membaik, dia menyatakan ketidak percayaannya.

Ia minta maaf karena dengan mengatakan ini ia sudah menyinggung kami yang kristen/katolik, tapi ia berkata, tak percaya dengan yang namanya mujizat! Mujizat itu tidak ada, yang ada hanyalah…. mungkin, kesalahan diagnosa.

Koko saya yang beragama KongHuchu pun malah mendukung kita, bahwa tidak mungkin ada salah diagnosa. Ada bukti ilmiah tentang sakitnya dari bone scan dan test darah! Bahkan dia pun berpikir, ini keajaiban.

Sampai mid November kemarin, kami tidak bisa berkata apa2. Karena sejak semula, anak2nya pun hanya berdoa dengan pasrah pada kehendak Tuhan dan mohon dengan kemurahan hatiNya, mama tidak menjerit2 kesakitan lagi, itu pun sudah cukup. Tapi melihat beliau mulai berjalan lagi…bahkan mulai mau ke dapur memasak lagi….amazing! !

Hasil bone scan keluar. Dokter yang memeriksanya pun terperangah dan bertanya, obat apa yang kita berikan kepada mama. Karena seandainya di chemo pun, kondisi mama tidak mungkin sebaik dan
secepat ini, mengingat usianya.

Yesus yang luar biasa, menunujukkan kemuliaanNYa. Saat kami bilang mama tidak diobati. Dokter tersebut (yang kebetulan beragama Muslim) berkata bahwa ini mustahil. Ini keajaiban. Karena scan menunujukkan, hitam di 5 tempat sebelumnya sekarang hanya tinggal 1, yaitu tinggal yang di tulang panggul! Koko saya bertanya, selanjutnya pengobatan apa yang harus kita lakukan untuk beliau?

Dokter cuma menjawab, ‘Ya tidak ada! Lanjutkan saja apa yang kalian lakukan selama ini. Yang kalian lakukan hanya berdoa kan ? Jangan berhenti berdoa kalau begitu. Karena ini keajaiban!’

Tidak puas dengan pernyataan dokter ini, koko memeriksa hasil kepada dokter patologi lain. Dia pun menyatakan ketidak percayaannya dengan kagum. ‘Ini mujizat!’ katanya. (rupanya ia katolik/kristen)
Baru koko saya pun percaya.

This is miracle. Buat saya sendiri, ini tidak dapat diungkapkan dengan kata2. Karena tadinya, cukup buat saya tidak melihat beliau menjerit2 kesakitan, ternyata Yesus memberi lebih dari yang kami semua, anak2nya harapkan. Sebab sebelumnya kami semua sudah rela, menerima bahwa ia dipanggil Tuhan, daripada ia menahan kesakitan yang luar biasa. Kami pun mengerti, bahwa kami tidak berharap pada sesuatu yang muluk2… tapi seandainya suatu saat mama dipanggil nanti, mama sudah digunakan
Tuhan sebagai alat untuk menunjukkan, bahwa apa yang mustahil bagi manusia, tak ada yang mustahil bagi Dia. Tak ada obat yang lebih kuasa dari pada Yesus, Anak Domba Allah itu sendiri.

Saya merasa tidak baik untuk menyimpan kesaksian kemuliaan Tuhan ini untuk keluarga sendiri saja. Saya berharap, dengan Kemuliaan Tuhan ini, dapat menjadi inspirasi iman dan pengarapan buat semua orang yang saya kenal.

Ada ucapan Rm Yohanes di bukunya yang amat saya sukai : Kesembuhan fisik hanyalah sarana…. untuk menuju Tuhan, karena pada dasarnya setiap orang harus meninggal..

Ina