Diarsipkan di bawah: Pengajaran
Marah boleh gak ya?
Marah dosa gak ya?
Mungkin ini banyak menjadi pertanyaan di antara kita. Firman Tuhan berkata, “Ujilah segala sesuatu.” Oleh karena itu, mari kita uji mengenai marah berdasarkan firman Tuhan.
Marah itu tidak salah dan tidak berdosa, sebab Tuhan juga bisa marah. Marah adalah salah satu reaksi yang timbul akibat aksi tertentu yang tidak disukai dan dibenci.
Kenapa kita bisa marah? Itu karena kita adalah mahluk logika yang hidup dengan perasaan. Marah adalah hal yang wajar terjadi dalam kehidupan kita. Akan tetapi ada juga marah yang dilarang oleh firman Tuhan.
Tuhan tidak pernah melarang kita untuk marah, tetapi Tuhan memerintahkan kita untuk saling mengasihi dan menyayangi. Akan tetapi, dalam keadaan tertentu marah itu perlu sebagai penegasan akan suatu hal. Bahkan, firman Tuhan berkata bahwa seorang ayah harus merotan anaknya jika perlu, agar anak itu tidak sesat atau nakal.
Marah biarlah menjadi pilihan terakhir yang harus kita lakukan. Apabila kita harus marah, biarlah yang menjadi dasar marah itu adalah kasih dan bukan kebencian terhadap seseorang. Misalnya, ada seseorang yang berbuat dosa. Kita marah karena dosa yang dilakukannya dan bukan pada orangnya. Kita marah agar orang tersebut berbalik dari jalannya yang jahat.
Tuhan berfirman agar jika kita marah, jangan sampai berbuat dosa. Artinya kita boleh marah akan tetapi kita harus tetap bisa mengendalikan diri dan menahan diri dari dosa (Mzm 4:5). Juga, jika kita marah, jangan berlama-lama apalagi sampai menyimpan dendam. Marahlah jika perlu dan marah tersebut harus sudah hilang sebelum matahari terbenam (Ef 4:26)
Marah bukan merupakan dosa dan Tuhan tidak melarang. Akan tetapi, pemarah itu dilarang oleh Tuhan. Bahkan, Tuhan memerintahkan kita untuk menjauhi orang yang pemarah. Sebab, seperti yang tertulis dalam kitab Amsal 22:24 “Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah”(ayat -ayat lainnya dapat di baca di Amsal 15:18 ; 21:19 ; 29:22).
Pemarah adalah sifat orang yang gampang sekali marah, mudah marah dan tidak bisa mengendalikan dirinya terhadap kemarahannya. So, jangan biasakan marah-marah agar kita tidak jadi pemarah. Bagi kamu-kamu yang sudah terlanjur jadi pemarah, mari bertobat dan minta Tuhan mengubahkan hati kita dan tentunya dengan disertai tekad yang kuat.
Rugi bila kita jadi pemarah. Karena, tidak ada orang yang mau dekat dengan pemarah. So, marah boleh. Akan tetapi pemarah? NO WAY !!!!!
God bless you all warrior!!!
Diarsipkan di bawah: Pengajaran
Demikianlah tinggal ketiga hal ini,yaitu iman,pengharapan dan kasih,dan yang paling besar diantaranya ialah kasih [ 1 korintus 13:13 ]Kedewasaan rohani bukan diukur dengan berapa lama menjadi orang Kristen, atau berapa
banyak kita tahu, atau berapa sering ke gereja.
Kedewasaan rohani diukur dengan bagaimana kita
memperlakukan orang lain/sesama.
Diukur oleh kasih yang ada di dalam diri kita, berarti saat kita hidup dalam
kasih, kita harus memperlakukan orang lain dengan ramah dan saling hormat.
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita, bahwa kasih itu sabar, kasih itu murah hati, tidak cemburu, tidak pemarah, tidak sombong,tidak melakukan yang tidak sopan. Apakah kita ramah terhadap orang lain.
Apakah kita sabar saat kita menanti antrian panjang, saat orang lain memotong mobil anda. Apakah kita mudah marah terhadap teman-teman kerja Semua ini adalah karakter dari kasih.
Mari kita sebagai orang Kristen tunjukkan rasa kasih kita kepada orang lain, jangan menunggu orang lain yang berbuat kasih dahulu. Dan berkat Tuhan akan memenuhi kehidupan kita.
“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran” [ 1 yohanes 3:18 ] Amin
Diarsipkan di bawah: Pengajaran
Anda adalah generasi Yosua! Pesan Tuhan bagi gereja-Nya adalah kita harus siap menyeberangi sungai Yordan untuk masuk ke Tanah Perjanjian.Tanah Perjanjian berisi segala warisan Tuhan bagi umat-Nya. Allah mau agar umat-Nya memiliki warisan-Nya. Untuk itu kita sebagai umat-Nya tidak bisa tetap berada di padang gurun. Kita harus pindah dari padang gurun ke Tanah Perjanjian. Destinasi bagi gereja Tuhan adalah Tanah Perjanjian.
Jika Anda ingin belajar kitab Yosua maka Anda harus mengerti kitab Kejadian sampai Ulangan sebab:
1. Kitab Kejadian adalah mengenai Allah memilih manusia sebagai partner-Nya.
2.Kitab Keluaran adalah mengenai Allah menebus manusia (dengan cara me ngangkat Musa sebagai penebus).
3. Kitab Imamat adalah mengenai Allah memanggil manusia.
4. Kitab Bilangan adalah mengenai Allah berbicara kepada manusia.
5. Kitab Ulangan adalah mengenai Alah memerintahkan manusia.
6. Kitab Yosua adalah mengenai Allah menaklukkan melalui manusia.
Generasi Yosua adalah generasi yang supranatural. Ketika kita lahir baru, dibaptis Roh Kudus, dilepaskan dari ikatan setan dan belenggu dosa, saat itu kita bertemu dengan kuasa supranatural. Kita menjadi orang yang supranatural, bukan lagi manusia alami.
Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu. Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa. – Yosua 1:1-3.
Bagaimana umat Tuhan masuk ke Tanah Perjanjian? Ada tujuh langkah untuk menyeberangi sungai Yordan, yaitu Anda harus:
1. Bersiap pindah dari daging (Yosua 1:2)
Sebelum menyeberang, Anda harus bangkit dan bersiap-siap. Bersiap artinya pindah dari Sitim – artinya hidup dalam kedagingan (Yosua 3:1) ke sungai Yordan – artinya hidup di alam roh, yaitu dengan berdoa. Doa mematikan daging kita dan membawa kita masuk ke alam roh. Bangkit dari masalah dan berdoa, berlutut dan cari wajah-Nya!
2. Menyeberang dari alam kedagingan ke alam roh (Yosua 1:2)
Yaitu melalui penyembahan. Kita mengagungkan dan membesarkan Tuhan dengan puji-pujian dan pengagungan yang keluar dari mulut kita. Penyembahan membawa kita masuk ke ruang kudus. Pada waktu Anda mengalami tekanan dan tidak tahu harus berbuat apa, maka ada satu hal yang dapat Anda lakukan yaitu memuji dan menyembah Dia!
Kecenderungan manusia ketika menghadapi masalah adalah bingung, kacau dan mengijinkan semua yang negatif masuk dalam pikiran. Akibatnya perkataan yang keluar juga negatif.
Hukum pengakuan sangat besar kuasanya dalam kerajaan surga. Jika perkataan yang negatif keluar dari mulut kita maka perkataan negatif itu akan menguasai kita dan kita tidak akan melihat titik terang dari Tuhan yang membawa kita keluar dari masalah.
3. Menginjak dengan memperkatakan janji Allah (Yosua 1:8)
Di alam dunia, cara kita menginjak adalah dengan mengangkat kaki lalu menginjak. Di alam roh, menginjak yang dimaksud adalah menginjak ular dan kalajengking. Artinya menginjak setan yang menguasai daerah tersebut. Kita menginjak dengan kuasa pengakuan iman kita, yaitu memperkatakan firman Allah. Pada waktu kita memperkatakan janji Allah dengan hati yang percaya maka kita masuk dalam kesepakatan dengan Tuhan, maka apa pun yang kita minta akan terjadi (Matius 18:19).
4. Kuasa kebangkitan Yesus (Yosua 1:11)
Yosua memerintahkan bangsa Israel untuk menyeberangi sungai Yordan dalam tiga hari. Tiga hari melambangkan kebangkitan. Dalam tiga hari, jika kita bersiap dalam doa, pindah dari alam daging ke alam roh dengan menyembah dan memperkatakan janji Allah, maka kita akan melihat kuasa kebangkitan Yesus. Setelah bertemu dengan kuasa kebangkitan-Nya, kita akan menyeberangi sungai Yordan untuk menduduki Tanah Perjanjian.
5. Menduduki dan tinggal di alam roh (Yosua 1:11)
Menduduki berarti memiliki (menjadi milik kita). Setelah satu kali bertemu dengan kuasa supranatural yaitu kuasa kebangkitan-Nya, tetaplah tinggal di dalam kuasa kebangkitan itu setiap hari. Tetap tinggal dalam kuasa Roh Kudus-Nya! Jangan hanya sekali-kali saja. Tinggallah dalam kuasa urapanNya! Jangan hanya merasakan urapan di persekutuan doa. Hadirat Tuhan dapat dirasakan di mana pun kita berada. Hadirat Tuhan menyertai kita senantiasa, Jangan menjadi Kristen hanya pada hari Sabtu dan Minggu, tetapi hari Senin sampai Jumat berkelakuan seperti setan.
6. Bertemu dengan hadirat Tuhan (Yosua 3:2-4)
Tabut perjanjian Tuhan melambangkan hadirat Tuhan. Setelah bangsa Israel bertemu dengan tabut perjanjian Tuhan, maka Tuhan memerintahkan kepada bangsa Israel untuk menguduskan diri mereka. Tuhan selalu menyatakan hadirat-Nya terlebih dahulu untuk membuat kita menjadi kudus. Tuhan mengijinkan hadirat-Nya turun terlebih dahulu pada kita agar kita dapat bercermin pada diri sendiri karena kemuliaan Allah akan menunjukkan pada diri kita betapa kotornya kita (Yesaya 6:4-5) agar kita bertobat dan diubahkan. Oleh sebab itu, jika Anda ingin berubah maka Anda harus membuat komitmen untuk tinggal di hadirat Tuhan.
7. Menguduskan diri setelah bertemu dengan hadirat Tuhan (Yosua 3:5)
Hadirat Tuhan menelanjangi kekotoran kita agar kita insaf dan bertobat. Kita menguduskan diri setelah bertemu dengan kemuliaan Tuhan, dan kekudusan Allah dipindahkan pada kita. Akibatnya kita akan melihat perbuatan Tuhan yang ajaib.
Jadilah generasi Yosua. Lakukan tujuh langkah tersebut, maka Anda akan menyeberang sungai Yordan untuk memasuki Tanah Perjanjian!
” ……. sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.” (Yosua 1:2&9)